Inagurasi i-Rock
Tulisan ini merupakan pandangan mata saya tentang acara Inagurasi i-Rock! di Hard Rock Cafe, 16 Agustus 2006. Tentu saja isinya sangat subyektif. Cerita ini merupakan kelanjutan dari acara i-Rock! sebelumnya, yaitu Second Out yang digelar di Romeo Cafe.
Pre-Acara
Seperti pada acara sebelumnya, sudah saya niatkan untuk datang ke acara i-Rock! ini. Bahkan sebelumnya saya sudah membeli tiket untuk 2 orang, yaitu untuk saya dan untuk Rully - staf saya di INDOCISC. (Katanya anak-anak, Rully jago main gitar rock tapi saya sendiri belum pernah lihat dia main. Jadi saya panas-panasin dengan acara i-Rock! ini. Kapan kita main Rul?) Saya juga sudah woro-woro ke beberapa teman untuk datang, tapi karena tidak tahu pasti apakah mereka datang atau tidak, jadi tidak saya belikan tiket. Biar mereka beli sendiri. hi hi hi. (Pada akhirnya ada belasan orang yang berhasil didatangkan karena saya berhasil mendatangkan sobat saya Garin Ganis yang juga hobby main gitar, tapi dia mainnya ala Alan Holdsworth. Berat, man. Dia berhasil mengajak bosnya Inixindo juga. Jadi seperti MLM-lah. Member get member. whua ha ha.)
Tanggal 16 Agustus 2006 itu sebetulnya agak berat bagi saya karena paginya saya harus meeting di salah satu client kami. Pagi di sini maksudnya jam 8 pagi. Padahal saya tinggal di Bandung. Walhasil saya putuskan untuk nyupir sendiri dari Bandung. Berangkat dari Bandung jam 4 pagi. (Berarti bangun jam 3 pagi.) Bawa mobil sendiri ini juga ada manfaatnya karena besok harinya ada libur panjang. Setelah tanggal 17 Agustus, ada libur lagi tanggal 21 Agustus 2006. Jadi akan susah mencari transportasi umum ke Bandung. Saya rencanakan pulang pagi dengan bawa mobil lagi.
Oke. Sudah kepanjangan intronya. Poin saya adalah nonton i-Rock! ini penuh perjuangan.
Pas kebetulan hari itu saya mau ngobrol dengan Yoris, bosnya Hard Rock Cafe, jam 5 sore. Jadi saya sudah sampai di tempat itu sebelum jam 5 sore. Saya lihat panggungnya sudah tertata. Kata mas Gatot di milis m-claro, panggung dari HRC ini diubah demi acara i-Rock! Terus terang saya tidak tahu perubahannya karena ini pertama kalinya saya ke sana. kak kak kak ... Jam 6 ngobrol dengan Yoris selesai. Wah masih ada satu setengah jam lagi. Untungnya orang-orang i-Rock! sudah datang untuk menyiapkan acara. Jadi saya tidak perlu ngeluyur kemana-mana. Pesan teh panas dan duduk menikmati.
Penonton mulai berdatangan. Saya pegangi tiket masuk. Saya putuskan untuk tidak memberikan tiket ke petugas karena nantinya tiket dirobek. Wah sayang. Nanti pas pesan minum pertama tiket juga dirobek lagi, tinggal nomernya saja. Katanya tiketnya mau diundi dapat hadiah. No, thank you. Tiket tetap saya pegang. Ini buktinya. Biar jadi kenangan.
Jam sudah menunjukkan pukul 19:30. Acara nampaknya tidak bisa tepat waktu. Biasanya mas Gatot membuat acara tepat waktu karena kalau tidak, bakalan molor. Rully yang tadinya bakalan telat datang dari Bandung (karena harus kuliah dulu dan kena macet di jalan) malah sudah sampai ke HRC sebelum acara dimulai. Setelah itu Nuning dan suaminya datang. Juga Djokbur datang. Ini kawan-kawan saya dan mas Gatot waktu masih di kampus ITB dulu. (Beda angkatan dan beda jurusan. Nah lho. Kok bisa? Kami sama-sama di marching band.) Kawan-kawan saya sudah berdatangan. Tinggal nunggu Garin dan kawan-kawan. Yang ini mau menyusul karena ada meeting jam 8 malam. Mudah-mudahan jam 9 malam sudah selesai dan bisa hadir di acara ini.
Acara ...
Jreng! (Entah jam berapa, saya lupa.) Acara dimulai dengan video tentang
i-Rock! Tadinya saya bingung kenapa panggung tetap gelap.
Ternyata di layar diputar dokumenter acara i-Rock! Second Out.
(Wah saya belum punya. Dimana saya bisa dapatkan?)
Mas Gatot membuka acara dengan MC cewek (namanya tidak tahu).
Pada awalnya masih agak seret, tapi pada akhirnya mereka bisa membawakan
acara dengan sangat baik.
Sebetulnya mas Gatot sendirian juga nggak apa-apa sih.
Band pertama yang tampil adalah Bumble Bee. Ini band personilnya cewek semua. Pantesan di microphone digantungi boneka (kelihatannya seperti kelinci?). Mungkin maskotnya sang gitaris? Band ini menampilkan violin yang nge-rock. Penampilan okelah. Bersih. Profesional. Sayangnya saya tidak kenal dengan lagu-lagu yang mereka bawakan sehingga kurang bisa apresiasi. (Lihat Set List untuk mengetahui lagu yang mereka bawakan.) Band ini perlu didorong terus untuk bisa lebih maju. Semoga bisa lebih sukses.
Band yang kedua tampil adalah De Jalu. Band ini pernah ditampilkan di acara i-Rock Second Out yang lalu. Mereka main bagus di acara itu sehingga didorong terus. Saya coba lihat ke depan panggung untuk melihat mereka sedikit. Secara keseluruhan sebetulnya saya lebih suka melihat permainan mereka waktu di acara sebelumnya. Drummernya kok tidak kelihatan sehebat waktu itu. Padahal waktu di Romeo Cafe itu saya paling suka lihat gaya dia. Gitaris yang di sebelah kanan panggung (atau di sisi kiri dari penonton) kelihatannya mengalami masalah dengan kabel atau efeknya. Suaranya sering mati. Vokalisnya tetap aktif, blingsatan. Gaya masih tetap oke. Sayangnya, seperti komentar saya di acara terdahulu, suara gitarnya terlalu keras sehingga menimpa suara vokalisnya. (Mungkin ini karena setup dari mixer?) Coba lebih dibalanskan sedikit lagi deh. Pasti sip.
Stupa
Saya akan menulis banyak tentang band ini.
Untuk diketahui saja, saya datang ke acara ini khusus untuk melihat
Stupa, bukan band-band lainnya.
Berbeda dengan band yang lain, band ini satu-satunya yang menggunakan
keyboards di acara kemarin.
Komposisi dari Stupa adalah sebagai berikut (informasi dari mas Gatot,
nama lengkap masih dicari, kak kak kak ...):
Syahrul (also known as Roel Coverdale): vokal (untuk suara David Coverdale);
Hendra: vokal juga (untuk suara tinggi seperti Robert Plant atau Def Leppard);
Harto: bass; Boyke: drums; Epi: gitar;
Mando: keyboard (dahulu Mando main di Grass Rock, kata
mas Gatot juga - saya gak tahu kebenarannya).
Memang personil dari Stupa dahulu sudah main di band lain.
Begitu Stupa mau main, saya langsung menyelinap ke depan panggung.
Harus di depan! Bahkan di depan penggemar yang menggunakan kaos metal.
Ha ha ha.
Lagu pertama ... Burn dari Deep Purple.
Langsung saya ikut jingkrak-jinkrak. Hajar bleh!
Asyik sekali lagu ini. Vokal Roel mantab,
gitaran Epi suip deh, dan keyboard Mando pas solo top markotop!
seperti Jon Lord saja.
Vokal dari Roel kurang terdengar, saya langsung ngomong ke mas Gatot
yang kemudian langsung kontak operator untuk menaikkan volume.
Suip!
Terima kasih untuk om G yang dengan cepat bereaksi sehingga acara
semakin lebih sukses.
Lagu-lagu berikutnya, saya gak bisa komentar karena asyik mengikuti mereka dari bawah panggung. Lagu yang mereka bawakan adalah Street of Dreams (dari Rainbow) dan High Wire (dari Badlands). Setelah acara ini banyak yang membuka dan memasang ulang lagu-lagu dari Rainbow. ha ha ha. Saya sendiri kemudian mulai banyak (mengulang) mendengarkan kedua lagu itu.
Saya kemudian mencoba mengambil foto dengan menggunakan handphone (Nokia 6230). hi hi hi. Hasilnya tentu saja tidak maksimal. Nyesel juga nggak punya digital camera yang bagus. Apa boleh buat. Daripada tidak ada? Foto Epi (gitar) dan Harto (bass) di samping ini merupakan foto dari mas Purnomo. Sangat jauh lebih bagus dari foto jepretan saya kan?
Lagu terakhir dari Stupa adalah lagu yang paling banyak diminta oleh
peserta milis m-claro (atau i-Rock! heads) yaitu ...
(In the) Still of the Night dari Whitesnake.
Langsung makin semangat saja.
Lihat saja penampilan Roel yang makin oke!
(Karena saya tidak mendengarkan band-band yang lain, saya berpendapat
bahwa vokal Roel dan gayanya yang paling sip malam itu.
Gayanya tidak berlebihan seperti vokalis De Jalu, tapi tidak juga statis
seperti vokalis band-band yang lain.
Penggemar band yang lain gak boleh marah. whua ha ha. kak kak kak.
Kan sudah saya bilang bahwa tulisan ini sangat subyektif.)
Koran Tempo pun memasang foto Roel selain foto Edane.
Jadi, top markotop lah.
Secara keseluruhan saya puas dengan penampilan Stupa.
Saya yakin generasi rocker lama (Deep Purple, Rainbow, dan bahkan
sampai ke Def Leppard pun) puas dengan penampilan mereka.
Lihat saja gambar di samping ini, penonton yang berjingkrak-jingkrak.
(Hayo... siapa saja yang ada di foto ini. Ayo ngaku.)
Mungkin pengemar Power Metal (yang lebih muda?) yang masih belum puas ya?
Mereka akan dipuaskan oleh band-band berikutnya.
Inilah hebatnya acara i-Rock!, menyatukan berbagai aliran rock!
Saya sendiri tadinya berharap ada lagu Photograph dari
Def Leppard seperti yang mereka bawakan di i-Rock! Second Out.
(Saya lihat vokal Hendra cukup pas untuk lagu-lagu Def Leppard juga.)
Tapi nampaknya jatah lagu mereka sudah cukup.
Lain kali nonton dan komentar tentang Stupa lagi deh.
Saya punya banyak ide untuk mereka.
Band yang ditunggu-tunggu
Setelah tiga band pembuka tadi, mulai tampil band yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar penonton. Tentu saja saya sudah puas dengan Stupa. Jadi ini hanya sebagai pelengkap. hua ha ha. Terbalik ya? Band berikutnya adalah Suckerhead, Roxx, dan Edane. (Eet Edane asyik juga main gitarnya. Entah kenapa mengingatkan saya akan AC/DC. he he he. Saya tahu kenapa, karena lagu "You Shook Me All Night Long" yang mereka bawakan di akhir acara. Saya sebetulnya nunggu Eet mainin lick ala Van Halen. ha ha ha. Mungkin nggak boleh ya? Udah kuno? Tapi saya seneng gimana?)
Saya nampaknya kurang cocok untuk mengulas mereka. Biarlah kawan lain. Jadi, kita tunggu ulasan dari kawan-kawan yang lain mengenai ketiga band di atas.
Penutup
Para pembaca sekalian, acara Inagurasi i-Rock!: United We Stand sukses besar. Salut kepada rekan-rekan sekalian. Koran Tempo pada edisi Sabtu, 19 Agustus 2006, menampilkan cerita acara i-Rock ini hampir satu halaman. "Rock Masih Bergema," katanya. Demikianlah kenyataannya.
Ditunggu acara i-Rock! berikutnya... Katanya akan semakin besar. Mungkin di stadiun terbuka? Mungkin dengan band yang lebih besar lagi dari luar negeri? Saya pribadi sebetulnya lebih suka acara yang lebih kecil seperti waktu di Romeo Cafe itu. Soalnya bisa jam session. ha ha ha. Apapun bentuknya, ditunggu gebrakan berikutnya.
Jreng!