The Nudist

oleh Budi Rahardjo

prolog

Dalam rangka mengejar mimpi, yaitu Bandung High-Tech Valley, saya sedang rajin mempelajari Silicon Valley. Bahkan beberapa waktu yang lalu saya sempatkan pergi ke sana dan sedikit berkelana. Membaca buku-buku dan artikel tentang Silicon Valley sudah menjadi keharusan. Nah, buku "The Nudist and the Late Shift" merupakan salah satu buku yang datang ke tempat saya. (Terima kasih kepada mas Eddy Budisantoso @ eebnet dan usindo yang mengirimkan buku ini.) Ini bukan buku jorok, melainkan buku tentang Silicon Valley. Subtitle buku ini "and other true tales of Silicon Valley". Nah.

buku

Banyak orang mendengar kesuksesan Bill Gates (Microsoft) dan kemudian berharap menjadi Bill Gates kedua. Atau kesepuluh pun tidak apa-apa. Atau tidak perlu menjadi Bill Gates pun tidak apa-apa, cukup menjadi seperti Sabeer Bhatia (penemu Hotmail, web-based email yang kemudian dibeli oleh Microsoft). Namun, untuk mencapai kesuksesan ini orang sering lupa bahwa ada usaha keras di belakangnya. Tahukah anda bahwa Dave Filo (Yahoo!) tidur di kolong meja kerjanya di bawah komputernya? Kalau saya memiliki value US$500 juta, mungkin saya nggak ngantor lagi ya? Apalagi tidur di kolong meja di kantor.

Buku "The Nudist and the Late Shift", karangan Po Bronson (penerbit Broadway books, 1999), menceritakan hal-hal yang sebenarnya terjadi di Silicon Valley. Yang menjadi obyek dari buku ini ada beberapa orang, yang sukses dan yang kurang sukses. Fokus utamanya adalah bukan pada masalah uang, akan tetapi pada masalah kultur dan keseharian yang mereka hadapi. Bagaimana orang menangani kesuksesan. Bagaimana tegangnya orang yang mau membawa perusahannya menjadi publik melalui IPO.

Tokoh populer yang juga termasuk dalam cerita di buku ini adalah Sabeer Bhatia, seorang pendatang dari India yang datang ke Amerika dengan membawa uang US$250 dan tidak punya kenalan sama sekali. Kemudian setelah masuk ke Cal Tech dan terus ke Stanford dia bekerja di Apple. Tadinya dia tidak punya cita-cita yang aneh-aneh. Mosok bisa. Wong saya orang biasa, begitu pikirnya. Tapi selama dia kuliah dia sering mendengar ceramah dari entrepreneur seperti Scott McNealy (Sun), Steve Wozniak (Apple), Marc Andreessen (Netscape) di Terman Auditorium. Akhirnya dia menyadari bahwa mereka pun sama seperti dia. Kemudian akhirnya Sabeer dan Jack Smith, kawan kerjanya, menemukan ide membuat Hotmail. Dari sini juga perjalanan masih panjang dan penuh liku-liku. Dia masih harus menghadapi Venture Capital dan penolakan yang tidak satu atau dua kali. Pokoknya ceritanya rame deh.

Salah satu "obyek penderita" dari pengamatan Bronson yang lain adalah seorang entrepreneur yang dihadapkan pada beberapa masalah. Bagaimana jika anda dihadapkan pada situasi seperti ini: "You've got a buggy product, no contract, thirty days of cash in the bank, programmers with no stake in the outcome, and you're getting kicked out of your office in two weeks -- how do you possibly sleep at night?" Itu masih belum seberapa.

Oh ya, judul "the nudist" itu memang berasal dari legenda bahwa katanya ada orang yang ketika kerja malam hari (late night shift) dia buka baju, alias telanjang saja, sambil memprogram. Just a man and his computer. Eh, ternyata itu bukan legenda. Akhirnya Po Bronson berhasil berbicara dengan orang itu. Memang betul-betul ada. Wah ada-ada saja. Serem juga.

Secara keseluruhan buku ini enak dibaca dan perlu bagi anda yang ingin terjun ke dunia "new economy", yang bercita-cita ingin memiliki perusahaan yang IPO. Pokoknya buku ini dapat menjadikan kita berpikir kembali untuk benar-benar terjun ke dunia bisnis baru ini. Memangnya anda siap bekerja 120 jam/minggu?

(br/mr.gbt)